| Heriyanto merupakan putra pertama dari pasangan anak Petani Desa terpencil yaitu Pu’adi dengan Muryati, tepat dilahirkan di sebuah desa SUKANEGARA, 18 Juli 1981, tepatnya di Kecamatan Buay Madang Suku II Kabupaten OKU Timur. Organisasi yang digeluti saat ini juga dengan jabatan Ketua, di organisasi kepemudaan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang, Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PWM. Provinsi Sumsel, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Provinsi Sumatera Selatan Jabatan Wakil Ketua Bidang SMP, Wakil Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Swasta Kota Palembang. Saat ini tokoh pemuda mewarnai bidang Pendidikan serta juga di amanahi sebagai nakhoda SMP Muhammadiyah3Plg |
Awal bulan November Tahun 2025M, dunia Pendidikan dikejutkan oleh kejadian yang di luar nalar dan diluar dugaan, di Jakarta tepat di SMA Negeri 72 Jakarta, ada pristiwa ledakkan yang tak terduga oleh pihak satuan Pendidikan bahkan juga Masyarakat luar, dimana ledakkan tersebut menjadi topik utama berita secara Nasional yang beredar sebagai imformasi di media elektronik, informasi ini salah satunya ditulis dari..www.beritasatu.com, yang isi beritanya; Polisi masih terus mengusut kasus ledakan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 69 orang. Meski terduga pelaku atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) belum bisa diperiksa karena masih dalam perawatan, tetapi berbagai fakta baru mulai terungkap. Polisi sudah menetapkan seorang siswa berinisial F (17) sebagai ABH dalam ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025). Dia masih dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur di bawah pengawasan polisi. Densus 88 Antiteror tak menemukan ada kaitan ledakan itu dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal. Remaja itu diduga melancarkan aksi tunggal untuk balas dendam atas perundungan atau bullying yang sering dialaminya di lingkungan sekolah, (www.beritasatu.com,30.11.2025).
Terkait dengan artikel tentang sejarah singkat Hari Guru Nasional (HGN) yang rapi, informatif, dan siap dipublikasikan Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 November merupakan momentum penting untuk menghargai jasa para pendidik yang telah berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Penetapan tanggal ini tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan organisasi guru di Indonesia. Perjalanan Hari Guru Nasional bermula lebih dari satu abad lalu, ketika para guru di masa kolonial Hindia Belanda membentuk organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Organisasi ini menjadi wadah perjuangan para guru dari berbagai latar belakang, mulai dari guru bantu, guru desa, hingga kepala sekolah. Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, semangat persatuan guru semakin menguat. Pada 25 November 1945, lebih dari seratus hari setelah Proklamasi, para guru dari seluruh Nusantara berkumpul di Surakarta. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendeklarasikan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta membangun sistem pendidikan nasional. Makna historis kelahiran PGRI itulah yang kemudian melandasi pemerintah Indonesia untuk menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Penetapan resmi dilakukan pada tahun 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Sejak saat itu, setiap tanggal 25 November diperingati secara nasional sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh guru di Indonesia. Peringatan Hari Guru Nasional biasanya dilakukan melalui upacara di sekolah, pemberian penghargaan kepada guru berprestasi, seminar dan diskusi pendidikan, serta berbagai kegiatan yang menegaskan pentingnya peran guru dalam pembangunan bangsa. Di berbagai daerah, siswa juga menampilkan beragam acara sebagai tanda cinta dan terima kasih kepada guru-guru mereka. Hari Guru Nasional tidak sekadar peringatan seremonial. Hari ini menjadi refleksi nasional bahwa guru adalah pilar utama dalam membentuk generasi penerus bangsa. Lewat dedikasi, keteladanan, dan pengabdian guru, masa depan Indonesia terus dibangun ((www.beritanews.com,29.11.2025).
Puncak HGN- Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Kehadiran Prabowo dalam acara tersebut merupakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan nasional dan memberikan apresiasi kinerja, kreativitas, hingga inovasi guru maupun tenaga kependidikan. Dalam pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, ada hal yang menarik bahkan hal yang sangat menyentuh perhatian public terutama bagi para tenaga pendidik atau guru se-Indonesia Raya, dimana Presiden-Presiden sebelumnya pada acara puncak kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) di negeri Indonesia ray aini, tidak pernah memberikan penyampaian yang demikian menyentuh dalam hal “pengakuan”. Dalam ini pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena Presiden Prabowo Subianto yang merupakan Prsiden Republik Indonesia yang ke-8, menyampaikan “pengakuan” terhadap guru, yaitu isi Pidato beliau adalah;
“para guru adalah tonggak paling penting dalam Pembangunan Bangsa Indonesia, kita semua ini, para professor duduk didepan ini, para jendral, pada Menteri, para Menko, bahkan saya sendiri ‘PRESIDEN’ tidak bisa disini, kalua tidak ada guru yang baik” (live.youtube.kompastv,28.11.25).
Pada peringatan Hari Guru Nasional, Presiden Republik Indonesia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia atas dedikasi, ketulusan, dan perjuangan mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam acara resmi yang digelar di Istana Negara, Presiden menegaskan bahwa guru merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam sambutannya, Presiden menyatakan bahwa peran guru di era perubahan cepat saat ini semakin penting, bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing karakter dan inspirasi bagi generasi muda. Pemerintah, lanjut Presiden, berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan fasilitas sekolah, serta perluasan akses teknologi pembelajaran. Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru, termasuk guru honorer, dengan menegaskan bahwa reformasi sistem pengangkatan dan penataan tenaga pendidik harus terus dilanjutkan secara bertahap dan berkeadilan.
Upacara peringatan turut dihadiri oleh perwakilan guru dari berbagai daerah, serta siswa yang menampilkan sejumlah pertunjukan seni sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik mereka. Suasana haru tampak ketika beberapa guru menerima penghargaan atas pengabdian puluhan tahun dan kontribusi mereka di daerah terpencil. Di akhir pidatonya, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk terus menempatkan guru sebagai figur yang layak dihormati dan didukung, karena kualitas masa depan Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidik hari ini.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa point :
- Guru adalah tonggak pembangunan bangsa, karena mereka menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memimpin.
- Keberhasilan seseorang tidak lepas dari jasa guru, apa pun jabatannya saat ini.
- Penghargaan terhadap guru adalah penghargaan terhadap masa depan bangsa, sebab kualitas pendidikan bergantung pada kualitas pendidik.
- Ada pesan kerendahan hati dari seorang pemimpin bahwa bahkan posisi tertinggi negara sekalipun tidak akan tercapai tanpa peran guru.
Secara keseluruhan, maksudnya adalah mengajak masyarakat untuk menghormati guru dan mengakui bahwa mereka adalah pilar terpenting dalam mencetak sumber daya manusia yang membangun Indonesia, dan juga dimana kita sebagai guru/tenaga Pendidikan yang mencedaskan anak bangsa “tanpa tanda jasa” serat insya Alloh balasannya adalah amal jariyah “surga”, (kyai_yanto.2.12.25).